Mahasiswa adalaah posisi seseorang yang bisa dikatakan pengangguran. Oleh karena itu, banyak mahasiswa yang memilih membagi waktunya untuk mencari kerja sampiangan atau kerja paruh waktu. Apa saja si? yang dilakukan mahasiswa untuk menghimpun uang demi uang?
Kami menyediakan wacana bagus, bahwa Investasi ternyata tidak hanya dipersiapkan untuk menyasar masyarakat kelas atas dengan pendapatan puluhan juta Rupiah per bulan. Masyarakat kelas menengah ke bawah dengan pendapatan pas-pasan juga bisa ikut investasi dan memberikan keuntungan untuk jangka panjang. Termasuk mahasiswa yang bingung dengan uang semesteran.
Saat ini program-program edukasi investasi semakin banyak dan semakin
sering diadakan, mulai dari yang berbayar hingga gratis sekalipun.
Bahkan, adanya internet ikut membantu memberikan informasi-informasi
seputar dunia investasi.
Director of Business Development Manulife, Putut Endro Andanawarih
mengatakan kemudahan memperoleh informasi telah mendorong masyarakat
untuk investasi. Bahkan dengan pendapatan di bawah Rp 5 juta per bulan
juga ikut investasi.
"Investasi siapa saja bebas siapa yang mau, tidak perlu uang banyak.
Di bawah Rp 5 juta juga bisa, misal instrumen investasi bentuk reksadana
kan bisa dibeli dengan murah," ujarnya. Instrumen investasi bentuk reksadana dinilai sangat cocok untuk
masyarakat berpenghasilan pas-pasan. Pasalnya, bentuk investasi ini
jangka panjang dan memang diperuntukkan bagi masyarakat kelas menengah.
"Reksadana alternatif investasi jangka panjang. Reksadana bukan untuk
orang kaya, yang punya dana terbatas," jelas dia.
Investasi reksadana disebut juga sebagai batu loncatan untuk nantinya
masyarakat bisa masuk ke investasi pasar modal. Uang hasil reksadana
dikumpulkan dan pemahaman dipertajam hingga siap terjun ke pasar modal.
"Setidaknya kita punya akses pasar modal tapi dibantuin manager di
pasar modal, dari situ manager bisa memberitahukan risiko pasar,"
tutupnya.
Comments
Post a Comment